Gemerlapnya kehidupan malam dibungkus hentakan hingar bingar
musik techno, yang kerap memacu adrenalin bagi para pecandu clubing
semakin mengiring kepekatan malam hari. Ketika sang mentari mulai
menampakkan rona kuningnya, mulailah para generasi malam itu mengayunkan
langkahnya membubarkan diri perlahan. Mereka terkulai dengan
kegembiraan sesaat, takluk dengan peristiwa hidup yang tak selalu siap
mereka hadapi dengan bijak. Norma norma baik, tak lagi menjadi keindahan
perangai baginya.
CLUBBING
adalah sebuah judul film drama remaja yang menuturkan betapa kelamnya
kehidupan malam generasi muda saat ini. Ardhi Hanief sebagai produser
Eva Production, mencoba bertarung di industri film dengan membuat
Clubbing yang didasari kisah nyata para pemainnya ,bahkan dirinya
sendiri. Kakak beradik Gladys,19 tahun, diperankan Febryanie Ferzillah
yang masih bias kita saksikan aktingnya dalam film Scandal dan Cathy,
22 tahun, diperankan oleh Tiga Setiagara manatn rocker yang juga model
foto. Mereka berasal dari keluarga kaya raya, yang senantiasa menjadikan
uang sebagai kasih saying yang lenyap.
Mendaulat materi adalah segalanya, bukanlah hal yang baru bagi remaja dari kalangan seperti mereka. Orang tua mereka tak begitu mahfum menguraikan kasih sayangnya, walhasil materi lah sebagi kompensasi untuk menggantikan sesuatu yang hilang itu. Hingga suatu saat Gladys yang memliki sahabat pecandu narkoba bernama Farah ( Ade Wendy)yang secara perlahan telah meracuni dirinya untuk terjerumus mengkonsumsi barang haram tersebut. Mulailah kehidupan Gladys terlihat runyam.
Singkat kisah , kerunyaman Gladys berakhir dengan maut, bahkan sang kakak pun yang ternyata juga pengedar itu tak mampu lagi membendung tragedi kelam yang menimpa adiknya. CLUBBING tak semata sebuah uraian gambar gerak yang menjadi tontonan di layar bioskop nantinya, lebih dari itu, film ini mampu memuat pesan moral yang sangat kuat. Dialog verbal yang ditampilkannya-pun cukup mampu mengurai emosional. ? Kami tak semata ingin berbisnis dalam industri, namun kami coba bercerita bahwa Clubbing inilah fenomena kehidupan sesungguhnya yang pernah kami alami. Kami pernah tersesat , dan akhirnya mampu untuk kembali. Seperti halnya para pemainnya , mereka juga menuturkan kepada saya bahwa mereka juga rindu untuk kembali kepada kehidupannya yang wajar. Dan kami menggambarkan senyata nyatanya akan..? papar Ardhi saat jumpa pers beberapa hari lalu.
Nama Ardhi Harief di ranah perfilman tanah air masihlah terbilang hijau, namun gagasan nya menjadikan film sebagai sarana bercerita yang actual adalah sebuah terobosan ide yang cukup arif. Tidak komersil namun mampu menampilkan gambar indah. Di sutradarai Andre bule yang memiliki jam terbang di sinema elektronik. Di film ini juga lah Andre menguji kemampuan memainkan frame- frame pekat emosional serta, gambar dengan dialog dialog yang sarat mengiring logika penonton. Bahkan dalam film ini nantinya Andre akan meng close-up adegan lesbian yang di perankan oleh model iklan yang sedang naik daun Ega Luth (sebagai Wiken kawan dekat Gladys dan Farah). Masih banyak lagi scene scene menarik yang ditawarkan dalam Clubbing.
Pengambilan gambar perdana film ini akan di lakukan di sebuah club megah di kawasan Jakarta barat dalam minggu ini. Dan pada pertengahan tahun ini juga, Clubbing akan dirilis serentak seluruh Indonesia. Akankah Clubbing menjadi penyegar ditengah jenuhnya penonton dengan tema film Indonesia..?? Sekali lagi film ini bukanlah menjual tema seks dan gaya hidup semata, nemun penuturan hidup yang real yang kerap dialami genrasi muda saat ini. Kita tunggu saja tanggal mainnya. (Q2-H)
CLUBBING
adalah sebuah judul film drama remaja yang menuturkan betapa kelamnya
kehidupan malam generasi muda saat ini. Ardhi Hanief sebagai produser
Eva Production, mencoba bertarung di industri film dengan membuat
Clubbing yang didasari kisah nyata para pemainnya ,bahkan dirinya
sendiri. Kakak beradik Gladys,19 tahun, diperankan Febryanie Ferzillah
yang masih bias kita saksikan aktingnya dalam film Scandal dan Cathy,
22 tahun, diperankan oleh Tiga Setiagara manatn rocker yang juga model
foto. Mereka berasal dari keluarga kaya raya, yang senantiasa menjadikan
uang sebagai kasih saying yang lenyap. Mendaulat materi adalah segalanya, bukanlah hal yang baru bagi remaja dari kalangan seperti mereka. Orang tua mereka tak begitu mahfum menguraikan kasih sayangnya, walhasil materi lah sebagi kompensasi untuk menggantikan sesuatu yang hilang itu. Hingga suatu saat Gladys yang memliki sahabat pecandu narkoba bernama Farah ( Ade Wendy)yang secara perlahan telah meracuni dirinya untuk terjerumus mengkonsumsi barang haram tersebut. Mulailah kehidupan Gladys terlihat runyam.
Singkat kisah , kerunyaman Gladys berakhir dengan maut, bahkan sang kakak pun yang ternyata juga pengedar itu tak mampu lagi membendung tragedi kelam yang menimpa adiknya. CLUBBING tak semata sebuah uraian gambar gerak yang menjadi tontonan di layar bioskop nantinya, lebih dari itu, film ini mampu memuat pesan moral yang sangat kuat. Dialog verbal yang ditampilkannya-pun cukup mampu mengurai emosional. ? Kami tak semata ingin berbisnis dalam industri, namun kami coba bercerita bahwa Clubbing inilah fenomena kehidupan sesungguhnya yang pernah kami alami. Kami pernah tersesat , dan akhirnya mampu untuk kembali. Seperti halnya para pemainnya , mereka juga menuturkan kepada saya bahwa mereka juga rindu untuk kembali kepada kehidupannya yang wajar. Dan kami menggambarkan senyata nyatanya akan..? papar Ardhi saat jumpa pers beberapa hari lalu.
Nama Ardhi Harief di ranah perfilman tanah air masihlah terbilang hijau, namun gagasan nya menjadikan film sebagai sarana bercerita yang actual adalah sebuah terobosan ide yang cukup arif. Tidak komersil namun mampu menampilkan gambar indah. Di sutradarai Andre bule yang memiliki jam terbang di sinema elektronik. Di film ini juga lah Andre menguji kemampuan memainkan frame- frame pekat emosional serta, gambar dengan dialog dialog yang sarat mengiring logika penonton. Bahkan dalam film ini nantinya Andre akan meng close-up adegan lesbian yang di perankan oleh model iklan yang sedang naik daun Ega Luth (sebagai Wiken kawan dekat Gladys dan Farah). Masih banyak lagi scene scene menarik yang ditawarkan dalam Clubbing.
Pengambilan gambar perdana film ini akan di lakukan di sebuah club megah di kawasan Jakarta barat dalam minggu ini. Dan pada pertengahan tahun ini juga, Clubbing akan dirilis serentak seluruh Indonesia. Akankah Clubbing menjadi penyegar ditengah jenuhnya penonton dengan tema film Indonesia..?? Sekali lagi film ini bukanlah menjual tema seks dan gaya hidup semata, nemun penuturan hidup yang real yang kerap dialami genrasi muda saat ini. Kita tunggu saja tanggal mainnya. (Q2-H)



0 komentar:
Posting Komentar